Alumni MA Al Falah Mengikuti 7th AASIC di Prince of Songkhla University, Thailand

Salah satu prestasi yang membanggakan ditunjukkan kepada salah satu alumni terbaik MA Al Falah Margoyoso tahun 2017 yang sekarang mengikuti 7th Asian Academic Society International Conference (7th AASIC 2019) pada hari Selasa hingga Kamis, 12-14 Nopember 2019, sebagai perwakilan Delegasi Mahasiswa UNNES Semarang di Prince of Songkhla University, Thailand.

Foto Darorie saat Wisuda di MA Al Falah Margoyoso Tahun 2017

Darorie Noor Ubaidillah, atau pak Obed (begitu teman-temannya memanggilnya) tercatat sebagai lulusan terbaik MA Al Falah Margoyoso tahun 2017 yang juga pernah aktif di Kepramukaan serta pernah menjabat sebagai Ketua OSIS pada Periode 2015-2016. Alumni yang mempunyai sifat low profile dan bercita-cita ingin menjadi guru ini kini melanjutkan studinya di Universitas Negeri Semarang (UNNES) Jawa Tengah yang juga aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan dalam Ekstra lain.

 

Lalu, apa itu AASIC dan kegiatan apa yang Darorie jalani selama di Thailand? Berikut adalah penjelasannya.

7th Asian Academic Society International Conference (7th AASIC 2019) adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Thailand (PERMITHA) berkolaborasi dengan Prince of Songkhla University, Thailand dan didukung oleh Konsulat Republik Indonesia (KBRI) Songkhla serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, Thailand. Konferensi internasional ini bertujuan untuk menciptakan inovasi dan gagasan yang berkaitan dengan isu-isu pembangunan berkelanjutan, yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan para peneliti dibidangnya.

Tahun ini, 7th AASIC yang diadakan sejak tanggal 12-14 November 2019 hadir untuk ketujuh kalinya dengan tema besar “Asia Towards The 2030 Sustainable Development Goals, A Transformation Between Local Wisdom and Globalization”.

Paper yang dibuat oleh Darorie dengan Judul “Optimization Of Demographic Bonus Through Smoking Danger Communities To Realize Healthy Generation” berhasil bersaing dengan ratusan paper dari Perguruan Tinggi dari berbagai Negara seperti dari Thailand, China, India, Bangladesh, Malaysia, Vietnam, Laos, Indonesia dan negara-negara lainnya. Paper Dadorie masuk dalam 87 paper terpilih untuk dipresentasikan penelitiannya. Dan acara ini diselenggarakan di Yannaty Hotel, Hatyai, Songkhla, Thailand.

Konferensi yang membahas isu-isu SDGs 2030 ini juga selain mempresentasikan penelitian juga mengikuti pameran Poster yang membahas solusi untuk Pembangunan Berkelanjutan 2030. Adapun hasil dari penelitian yang telah di presentasikan paper akan dipublikasikan ke jurnal ilmiah terindeks.

Delegasi terpilih juga mengikuti serangkaian kegiatan diantaranya; International Seminar 7th AASIC dengan pembicara dan para tokoh yakni Prof. Dr. Mas Fawzi Bin Mohd Ali (Universiti Tun Hussein, Malaysia), Tareqat Hossain, PhD(Islamic University Kushtia, Bangladesh), Prof. Dr. mustari, M.Pd.(Kedutaan Besar RI di Bangkok Bidang Pendidikan dan Kebudayaan dan sekaligus Dosen di Universitas Alauddin Makassar, Indonesia), Dr. rer. nat. Lalu Rudyatmo Telly Savalas (Universitas Mataram, Indonesia), Mr. Dicky Komar (UNESCAP di KBRI Bangkok).

Tidak hanya itu, para delegasi juga mengikuti kunjungan wisata di tempat-tempat bersejarah di Kota Hatyai dan Songkhla sekaligus belajar budaya masyarakat sekitar yang ada di Thailand.